Beberapa hari yang lalu aq ke toko buku, counter yang paling kusuka adalah counter buku-buku hobi/ketrampilan. Ketika asyik melihat-lihat, mata q menangkap judul buku tentang Quilling dan langsung kuambil. Sebenarnya istilah quilling bukan hal baru bagi q, dulu aq pernah membacanya di salah satu toko buku, tapi karena ada buku lain yang lebih menarik akhirnya kuurungkan untuk membeli buku itu. Setelah beberapa kali ke toko buku, sedikit sekali yang menjual buku quilling, dan akhirnya 2 hari lalu q mendapatkannya. Langsung kuambil dan tidak pikir panjang lagi.
Quilling, aq gak tahu darimana asal teknik ketrampilan ini. Tapi menurutku tidak penting bagiku mengetahui sejarahnya, yang penting aku bisa mengerjakan teknik-teknik yang diberikan. Dasar dari quilling sangat sederhana, yaitu menggulung kertas. Kertas kita gulung, bisa berbentuk gulungan padat ataupun longgar. Nah yang longgar bisa dibentuk berbagai variasi, misal untuk daun, tetes air, kotak, setengah lingkaran, dsb.
Malam itu juga langsung aq coba membuat bentuk dasar, wah ternyata tidak begitu sulit. Siapa saja bisa mengerjakannya tanpa harus punya keahlian khusus. Setelah bentuk dasar q kuasai, aku mulai mencoba membuat objek sebuah pot beserta bunga. Lah ini yang perlu kesabaran ekstra, setelah kubaca ukuran kertas yang dibutuhkan sangat kecil. Misal untuk membuat bagian pot, kertas yang dibutuhkan berukuran lebar 0,5 cm dan panjang 12 cm. Sedangkan bagian bunga setiap kertas hanya memiliki lebar 0,3 cm. Kecil banget kan, kalau dibandingkan dengan tangan kita yang rata-rata hanya lebar 1 cm. Tapi aq tidak menyerah dan hasilnya
tararara… I did it, aku berhasil. Waduh seneng banget, meskipun butuh waktu 1,5 jam tapi aku PUAS.Ini nih hasil pertamaku…

Hari kedua kucoba lagi membuat objek pot dan bunga yang berbeda. Walah-walah cuma butuh 1 jam, hemat 0.5 jam.

Lalu kurangkai jadi satu. Wah-wah bagusnya !!! (He… he… he…)

Kamis, 4 Desember 2008, kuantar dia menemui orangtuanya. Selama disana bisa dikatakan aku selalu mencari kekurangan-kekurangan dari yang akan mengasuhnya. Ya gak bisa ngajak main lah, gak siapin sarapan si baby lah, wah segudang alasan deh supaya dia bisa segera balik lagi ke surabaya. He he he, awalnya ibuku setuju, tapi setelah aku pulang ke surabaya, eh ibuku berubah pikiran (hiks gak jadi tidur bareng ama si GOPAL).
Kukira akan berat untuk tinggal jauh darinya tetapi setelah kujalani selama hampir 4 hari ini, kubisa melewatinya dengan baik. Ya kuantar dia untuk bersama orangtua dan kakek neneknya. Kurang lebih 2 bulan rencananya dia akan tinggal disana. Hmmm…. satu hal yang kurasakan, SEPIIIIIII…, rumahku sekarang sepi tidak ada suara tawa dan tangis seorang bayi. Tapi kalau malam hari aku bisa tidur nyenyak. (Hiks hiks hiks)
Waiting for 2 months………..
30 November, ya genap Nauval berusia 1 tahun. Tidak terasa kurang lebih 8 bulan dia “mengusik” hari-hariku. Waktu awal-awal dia di Surabaya, setiap hari Sabtu dan Minggu aku yang lebih banyak mengasuh diabnding ibuku. Saat itu dia masih belum bisa merangkak apalagi berjalan. Kadang-kadang aku merasa stress karena harus full penjagaan, sekarang ketika dia sudah bisa bermain sendiri, belajar jalan, bersamanya tidak lagi membosankan. Selama 8 bulan ini tugasku untuk meninabobokkan dia kalo malam, malahan dulu waktu masih kecil kalo tidur dan aku membelakangi pasti dia langsung bangun. Semakin besar sudah tidak manja lagi. Hanya tuh si Nauval kalo disuruh bobok malam seminggu terakhir ini sulit banget. Mungkin dia susah karena mau diajak tinggal dengan ibunya, sedangkan disini mungkin dia sudah merasa nyaman. Iya benar kuperhatikan kurang lebih seminggu ini, sejak aku dan ibuku sering membicarakan rencana kepulangannya, kenakalannya semakin menjadi-jadi. Dulu dia tidur selalu ontime jam 7.30 malam, sekarang molor sampai jam 9-10 malam. Mending kalo mau anteng main, dia keliling terus merangkak ke depan ke belakang, naik kursi. Wis gak bisa diam, gak tahu tuh dapet energi darimana, padahal siang juga tingkahnya gak kalah heboh dari malem hari. Apa mungkin dia bisa merasakan sebentar lagi akan berpisah dengan orang-orang yang menyayanginya (Nenek, Tante, Tante Asuh, Uti, Mbah, dll tetangga yang sering main sama Nauval) di Surabaya ????
Hari Kamis besok kami berangkat ke Jakarta, aku cuma bentar disana karena disini masih banyak pekerjaan. Tadi malam aku sudah mendapat hadiah perpisahan dari Nauval, cakaran dari kukunya yang panjang tepat menggores pipi kiriku (hiks sakit sampai sekarang masih perih). Kebersamaanku dengannya di Surabaya tinggal 2 malam dan kebersamaan di Jakarta 3 malam. Setelah itu I’m alone, karena ibuku akan lebih lama tinggal di Jakarta. Aku belum tahu apa yang akan aku lakukan setiap pulang kerja nantinya ….