30 November, ya genap Nauval berusia 1 tahun. Tidak terasa kurang lebih 8 bulan dia “mengusik” hari-hariku. Waktu awal-awal dia di Surabaya, setiap hari Sabtu dan Minggu aku yang lebih banyak mengasuh diabnding ibuku. Saat itu dia masih belum bisa merangkak apalagi berjalan. Kadang-kadang aku merasa stress karena harus full penjagaan, sekarang ketika dia sudah bisa bermain sendiri, belajar jalan, bersamanya tidak lagi membosankan. Selama 8 bulan ini tugasku untuk meninabobokkan dia kalo malam, malahan dulu waktu masih kecil kalo tidur dan aku membelakangi pasti dia langsung bangun. Semakin besar sudah tidak manja lagi. Hanya tuh si Nauval kalo disuruh bobok malam seminggu terakhir ini sulit banget. Mungkin dia susah karena mau diajak tinggal dengan ibunya, sedangkan disini mungkin dia sudah merasa nyaman. Iya benar kuperhatikan kurang lebih seminggu ini, sejak aku dan ibuku sering membicarakan rencana kepulangannya, kenakalannya semakin menjadi-jadi. Dulu dia tidur selalu ontime jam 7.30 malam, sekarang molor sampai jam 9-10 malam. Mending kalo mau anteng main, dia keliling terus merangkak ke depan ke belakang, naik kursi. Wis gak bisa diam, gak tahu tuh dapet energi darimana, padahal siang juga tingkahnya gak kalah heboh dari malem hari. Apa mungkin dia bisa merasakan sebentar lagi akan berpisah dengan orang-orang yang menyayanginya (Nenek, Tante, Tante Asuh, Uti, Mbah, dll tetangga yang sering main sama Nauval) di Surabaya ????

Hari Kamis besok kami berangkat ke Jakarta, aku cuma bentar disana karena disini masih banyak pekerjaan. Tadi malam aku sudah mendapat hadiah perpisahan dari Nauval, cakaran dari kukunya yang panjang tepat menggores pipi kiriku (hiks sakit sampai sekarang masih perih). Kebersamaanku dengannya di Surabaya tinggal 2 malam dan kebersamaan di Jakarta 3 malam. Setelah itu I’m alone, karena ibuku akan lebih lama tinggal di Jakarta. Aku belum tahu apa yang akan aku lakukan setiap pulang kerja nantinya ….