V-ti Store

Your NeedS

Chatting di Kalangan Remaja Muslim

Sumber : http://forum.dudung.net/index.php?action=printpage;topic=2220.0

Judul: Re: pacaran lewat chatting
Ditulis oleh: faritz pada Februari 09, 2007, 09:20:19 am

Kini, kegiatan chatting di kalangan remaja semakin meluas, baik chatting sesama jenis maupun dengan lawan jenis. Bukan mustahil chatting dijadikan sebagai pengganti kegiatan berkhalwat (berdua-duaan) dengan lawan jenis. Sedangkan berkhalwat dengan lawan jenis yang bukan muhrim termasuk dilarang oleh Islam.

Nabi mengingatkan bahwa jika remaja beda jenis berduaan, maka setanlah yang ketiga. Artinya setan akan menggoda mereka melakukan perbuatan yang lebih terlarang lagi, misalnya hubungan seks. Maka timbul pertanyaan, bagaimana hukum chatting yang dilakukan oleh remaja, khususnya yang masih dalam pendidikan?

Sebagian penulis mengatakan bahwa chatting dengan lawan jenis bias merupakan khalwat virtual. Di antaranya ‘fatwa’ Pusat Konsultasi Syari’at, yang diketuai Dr Salim Jufri, yang juga ketua Dewan Syari’at PKS Pusat. Memang chatting sebenarnya hanya alat, media atau sarana, yang bias dimanfaatkan untuk tujuan positif, tapi juga sebaliknya bisa digunakan untuk tujuan negatif oleh siapa saja termasuk kaum remaja. Jadi menvonis hokum chatting haram, jelas tidak beralasan. Sebaliknya menfatwakan chatting halal mutlak, juga tidak bisa. Sebab semuanya tergantung niat dan cara melakukan kegiatan chatting itu.

Sebagian remaja menggunakan chatting untuk curhat, mencari pacar, bahkan tak tertutup kemurrgkinan mengungkapkan kata-kata vulgar, porno dan apa saja yang merupakan dosa.

Tentang hal ini, di dalam Sahih al-Bukhari, Abu Hurairah memberitakan bahwa Nabi saw bersabda: “Allah telah mencatat bahwa anak Adam cenderung terhadap perbuatan zina. Keinginan tersebut sulit dielakkan, di mana dia akan melakukan zina mata dalam bentuk pandangan, zina mulut dalam bentuk pertuturan, zina perasaan berupa berkeinginan mendapatkannya…”

Dari hadis ini dapat diketahui bahwa manusia bisa berzina dengan atau melalui perasaannya, baik dengan cara berkhayal seorang diri maupun lewat kegiatan chatting. Dan kaum remaja dalam hal ini tidak dikecualikan.

Tentang dapatkah chatting disamakan dengan khalwat virtual, harus diingat kembali bahwa hakikat khalwat adalah tidak adanya kehadiran orang lain kecuali hanya dua insan berlainan jenis kelamin. Dengan ketiadaan pihak lain itu, maka kedua belah pihak dapat melakukan apa saja yang mereka inginkan, termasuk berdialog langsung / interaktif.

Dalam chatting, dialog interaktif ini bisa terjadi, walaupun hanya melalui tulisan. Dan walaupun _kedua belah pihak tidak bisa langsung saling menyentuh, memegang, merabaatau berhubungan seksual, kata-kata yang mengalir antara mereka berdua (baik positif maupun yang sangat riskan karena sangat pribadi dan sangat erotis) bisa saja tanpa batas (tak terkontrol), karena tak seorang pun hadir dalam percakapan virtual itu. Dalam chatting tersebut, kedua belah pihak bisa saja berzina, tepatnya zina perasaan. Dikatakan zina perasaan, karena mata, telinga dan anggota tubuh mereka yang lain tak dapat difungsikan dalam percakapan virtual itu. Statusnya hampir sama dengan telepon erotik, di mana pasangan yang sedang berkomunikasi dapat mengucapkan apa saja yang diinginkan nafsu mereka, termasuk rintihan-rintihan erotik dari pihak wanita, yang pada gilirannya memotivasi pihak lelaki untuk berzina, baik zina dalam arti yang sesungguhnya (dengan mitra) mau pun zina tanpa mitra.

Dalam kegiatan chatting, secara fisik memang tidak terjadi khalwat, karena yang terjadi hanyalah -mungkin – sebuah ‘cyber khalwat’. Namun esensi sebuah khalwat adalah ‘rasa bebas dan aman’ untuk berekspresi (mengungkapkan perasaan yang paling mendalam dan paling privacy sekalipun dengan lawan khalwatnya, di mana subtansi pembicaraan tidak diketahui orang lain. Tetapi bukan berarti melakukan chatting dengan lawan jenis haram mutlak. Sebab chatting ada juga yang berbentuk massal, yang berarti ada orang lain yang bisa ikut memonitornya. Namun pembicaraan melalui chatting itu bisa dijadikan sebagai media untuk ‘berduaan’ yang pada hakikatnya sama dengan berduaan secara fisik, walaupun tanpa resiko bias saling meraba. Jadi ada kondisi di mana khalwat bisa terjadi secara verbal dan virtual.

Dalam konteks ini Allah berfirman: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya (termasuk nafsu berzina melalui kegiatan chatting), maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (QS an-Nazi’at: 40-41).

Di sinilah dirasakan perlunya dakwah atau bimbingan, terutama kepada kaum remaja dan kawula muda. Mereka harus diajak hidup menurut tuntunan Islam, antara lain menjauhi zina, apa pun bentuknya, temasuk zina melalui kegiatan chatting. Bimbingan itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan keimanannya, karena sebuah hadis dari Nabi mengatakan : “Seseorang tidak akan berzina kalau imannya masih ada” (HR Bukhari dari Abu Hurairah).

Mengingat berbagai Lembaga Fatwa telah menfatwakan bahwa kegiatan chatting dengan lawan jenis bisa merupakan khalwat juga, alangkah baiknya kalau remaja muslim hanya melakukan chatting dengan kawan jenis saja.

3 November 2008 Posted by | Islami | Tinggalkan sebuah Komentar

Logika Sholat dalam Sudut Pandangan Sains

Seorang professor fisika di Amerika Serikat telah membuat satu kajian tentang kelebihan sholat berjamaah yang disyariatkan dalam Islam. Katanya tubuh badan kita mengandungi dua cas elektrik yaitu cas positif dan cas negatif. Dalam aktifitas harian kita sama ada bekerja, beristirahat atau rehat, sudah tentu banyak tenaga digunakan.

Dalam proses pembakaran tenaga, banyak berlaku pertukaran cas positif dan cas negatif, yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh kita.
Ketidakseimbangan cas dalam badan menyebabkan kita rasa letih dan lesu setelah menjalankan aktifitas seharian. Oleh karena itu cas-cas ini perlu diseimbangkan semula untuk mengembalikan kesegaran tubuh ke tahap normal.

Berkaitan dengan sholat berjemaah, timbul persoalan di pikiran professor ini mengapa Islam mensyariatkan sholat berjamaah dan mengapa sholat lima waktu yang didirikan orang Islam mempunyai bilangan rakaat yang tidak sama.

Hasil kajiannya mendapati bilangan rakaat yang berbeda dalam sholat kita melakukan menyeimbangkan cas-cas dalam badan kita. Semasa kita sholat berjamaah, kita disuruh meluruskan saf, bahu bertemu bahu dan bersentuhan tapak kaki.
Tindakan-tindakan yang dianjurkan pada sholat berjamaah itu mempunyai berbagai kelebihan. Kajian sains mendapatkan sentuhan yang berlaku antara tubuh kita dengan tubuh jemaah lain yang berada di kiri dan kanan kita akan menstabilkan kembali cas-cas yang diperlukan oleh tubuh.

Ini berlaku apabila cas yang berlebihan – sama ada negatif atau positif akan dikeluarkan, manakala yang berkurangan akan ditarik ke dalam kita. Semakin lama pergeseran ini berlaku, semakin seimbang cas dalam tubuh kita.

Menurut beliau lagi, setiap kali kita bangun dari tidur, badan kita akan merasa segar dan sehat setelah istirahat beberapa jam. Ketika ini tubuh kita mengandung cas-cas positif dan negatif yang hampir seimbang. Oleh itu, kita hanya memerlukan sedikit lagi proses pertukaran cas agar keseimbangan penuh dapat dicapai. Sebab itu, sholat Subuh didirikan 2 rakaat.

Seterusnya, setelah sehari kita bekerja kuat dan memerah otak semua cas ini kembali tidak stabil akibat kehilangan cas lebih banyak daripada tubuh. Oleh itu, kita memerlukan lebih banyak pertukaran cas. Sholat jamaah yang disyariatkan Islam berperanan untuk memulihkan keseimbangan cas-cas Sebab itu, sholat Dhuzur didirikan 4 rakaat untuk memberi ruang yang lebih kepada proses pertukaran cas dalam tubuh.

Situasi yang sama turut berlaku di sebelah petang. Banyak tenaga dikeluarkan ketika menyambung kembali tugas. Ini menyebabkan sekali lagi kita kehilangan cas yang banyak. Seperti mana sholat Dzuhur, 4 rakaat sholat Ashar yang dikerjakan akan memberikan ruang kepada proses pertukaran cas dengan lebih lama.

Lazimnya, selepas waktu Asar dan pulang dari kerja kita tidak lagi melakukan aktifitas yang banyak menggunakan tenaga. Masa yang diperuntukkan pula tidak begitu lama. Maka, sholat Maghrib hanya dikerjakan sebanyak 3 rakaat adalah lebih sesuai dengan penggunaan tenaga yang kurang berbanding 2 waktu sebelumnya.

Timbul persoalan di pikiran professor itu tentang sholat Isya yang mengandungi 4 rakaat. Logikanya, pada waktu malam kita tidak banyak melakukan aktifitas dan sudah tentu tidak memerlukan proses pertukaran cas yang banyak.

Setelah di kaji lebih lanjut, didapati terdapat keistimewaan mengapa Allah mensyariatkan 4 rakat dalam sholat Isya. Kita sedia maklum, umat Islam amat digalakkan untuk tidur awal agar mampu bangun menunaikan tahajjud di sepertiga malam.
Ringkasnya, sholat Isya sebanyak 4 rakaat itu akan menstabilkan cas dalam badan serta memberikan tenaga untuk kita bangun malam (qiyamul lail).

Dalam kajiannya, professor ini mendapatkan bahwa Islam adalah satu agama yang lengkap dan istimewa.
Segala amalan dan suruhan Allah Taala itu mempunyai hikmah yang tersirat untuk kebaikan umat Islam itu sendiri. Belaiu merasakan betapa kerdilnya diri dan betapa hebatnya Pencipta alam ini. Akhirnya, dengan hidayah Allah beliau memeluk agama Islam.

Sumber : http://umroh-haji.net/muslimindonesia/2008/10/15/logika-sholat-dalam-sudut-pandangan-sains/

28 Oktober 2008 Posted by | Islami | Tinggalkan sebuah Komentar

Menemukan Islam di Bus Chicago

CHICAGO — Leslie C. Toole telah lama mempertimbangkan untuk masuk Islam dalam kurun sepuluh tahun. Ketika guru sekolah di Chicago, Amerika Serikat (AS) itu melihat iklan sederhana tapi mengena di sebuah bis umum, ia menyadari jika waktu yang tepat telah tiba.”Niat kuat tidak benar-benar muncul, namun saat saya melihat tanda itu, saya tahu itu adalah pertanda terakhir untuk melengkapi perubahan saya,” ujar Leslie, lelaki berusia 45 tahun kepada IslamOnline.comKontak Leslie pertama kali dengan Islam terjadi di satu sudut jalan Chicago sepuluh tahun lalu, ketika seorang lelaki yang memberinya brosur seraya mengatakan ia akan menemukan pencerahan didalamnya.

“Kemudian saya terus membaca dan membaca. Saya mau memastikan jika saya ingin terlibat sesuatu maka saya harus paham hal itu,” tutur Leslie.

Baru bulan lalu iklan tentang Islam di badan bus Chicago Transit Authority, berpapasan dengan Leslie. Iklan itu tertangkap oleh mata, dan akhirnya ia menelpon nomor yang tertera di iklan raksasa tersebut.

“Bagaimana menjadi Muslim adalah pertanyaan mendasar saya,” aku lelaki itu. Tak lama kemudian Leslie memeluk Islam pada Hari Senin, 29 September lalu.

Cerita itu ternyata mirip dengan 13 warga Chicago lain, yang masuk Islam dengan kesadaran sendiri pada bulan Oktober ini. Saat ditanya, mereka mengaku semakin yakin untuk berpindah setelah melihat kampanye iklan Islam GainPeace, diseputar area Kota Chicago yang menjadi jangkauan proyek Islamic Circle of North America (ICNA).

Lembaga itu membelanjakan 30.900 dolar untuk menempatkan iklan di 25 bus umum yang melayani penjuru Chicago. Iklan tersebut mengajak orang menghubungi nomor toll-free hotline, 800.662, dan mengklik website yang dirancang khusus untuk membantu mereka yang mencari jawaban tentang Islam.

Kampanye tersebut mulai diluncurkan pada 19 September hingga 20 Oktober lalu, namun respon positif yang membanjir membuat ICNA memperpanjang hingga 23 Nopember. Nomor hotline itu misal menerima ribuan telepon setiap hari, sebagai tambahan pula situs khusus tersebut mencapai hit hingga 300.000 ribu.

Ketika warga Chicago yang penasaran menelpon, GainPeace pun memberikan mereka satu eksemplar Kitab Suci Al Qur’an dalam bahasa Inggris, majalah tentang pesan-pesan Nabi Muhammad, juga berbagai brosur serta buku bertopik Islam.

Pihak yang berkampanye mengatakan tujuan iklan dengan bus adalah mencari jalan terhormat untuk mengajak orang menuju Islam. “Tema memang Islam, yakni cara hidup berbagai nama Nabi,” ujar Sabeel Ahmed, Direktur GainPeace. “Pesan yang terletak di atas dan dibawah dimaksudkan untuk menarik banyak orang,”.

Ahmed menyatakan, nomor hotline dan situs online akan mempermudah orang untuk tahu lebih banyak tentang Islam. Kesempatan menghubungi Muslim berpengetahuan untuk menjernihkan salah paham, bias, dan ketakutan pun menjadi lebih terbuka.

“Kami ingin menciptakan kanal melalui website sehingga orang dapat berinteraksi dengan kami, atau bekerjasama di hal-hal yang sama, dan mengenal satu sama lain lebih baik,” kata Sabeel.

Leslie sendiri meyakini, kalimat sederhana namun kuat secara visual dengan hanya “Got Question? Get Answer” (Ada Pertanyaan? Cari Jawaban) adalah cara cerdas untuk memikat perhatian orang. “Saya pikir itu ide yang cemerlang..saya tidak pernah melihat sebelumnya,” ujar Leslie.

Peran GainPeace tidak hanya berakhir dengan mendidik orang tentang Islam. Ketika orang memeluk Islam, lembaga itu menunjuk seorang, Big Brother atau Big Sister yang menjadi mentor bagi Muslim baru dengan memberi informasi, dukungan, dan nasehat. “Mentor ini seperti malaikat pelindung,” seloroh Sabeel.

Si mentor dan Muslim baru tersebut bertemu tatap-muka dan menjaga hubungan lewa surat, email atau telepon. Lelaki yang memilih Ilyas, sebagai nama Muslim barunya, mengaku senang dengan sang mentor. “Ia sangat membantu. Ia memberi saya banyak buku untuk membuat lebih maju,” ungkap Leslie.

Leslie mengatakan semakin banyak ia tahu tentang agama barunya, ia semakin percaya diri jika telah membuat keputusan benar. “Ini benar-benar sempurna bagi saya,” aku Leslie. “Sangat sulit menjelaskan ketika sesuatu itu benar untuk kita. Rasanya seperti akar yang menghunjam di dalam dan kita menemukan rumah untuk kita.” ungkapnya.

Iklan tentang islam di Chicago tidaklah sendiri. ICNA, organisasi akar-rumput berbasis di New YOork dengan 22 cabang di AS, telah mengorganisasi kampanye serupa di Seattle dan New York. Untuk kota Big Apple misal, 1.000 iklan dipasang pada jalur mobil terowongan bawah tanah bulan lalu, menampilkan format visual pertanyaan yang mungkin muncul tentang Islam.

Kampanye yang sukses itu membuat kota lain di AS dan Kanada pun melayangkan permintaan kepada lembaga tersebut untuk membantu program serupa.

Dalam sebuah survey terkini mengungkapkan, jika mayoritas warga AS hanya tahu sedikit tentang Islam, dan meyakini jika tidak ada persamaan mendasar antara keyakinan Muslim dan kepercayaan Nasrani mereka.

(Republika Online)

28 Oktober 2008 Posted by | Islami | Tinggalkan sebuah Komentar

ANEH YA…

“Dunia memang aneh”, Gumam Pak Ustadz
“Apanya yang aneh Pak?” Tanya Penulis yang fakir ini.
“Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi  terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa”

“Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami” Kata Pak Ustadz.

Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah.

Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya”
“Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih?
Tanya ibu muda itu.

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang lain rasanya;
“Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang semestinya seperti itu ditumbenin?
Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?

Kenapa orang kemasjid dianggap aneh?
Orang yang pergi kemasjid akan terasa “aneh” ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton sinetron “intan”.
Orang kemasjid akan terasa “aneh” ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan.
Orang kemasjid terasa “aneh” ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor kehujanan.

Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, “Kamu akan banyak menjumpai “keanehan-keanehan” lain disekitarmu” , kata Pak Ustadz.

“Keanehan-keanehan” disekitar kita?

Cobalah ketika kita datang kekantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak “aneh” ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan ngobrol.

Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh”, karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu.

Cobalah berdzikir atau tadabur al qur’an ba’da shalat, akan terasa aneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat. Aneh bukan?

Cobalah hari ini shalat jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke dua menjelang selesai.

Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test..test, test saja.

Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau ayat
al-qur’an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.

Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang “aneh” selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari’at dan tata nilai serta norma yang benar.

Jangan takut “ditumbenin” ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian rapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al qur’an (Al A’raf:31)

Jangan takut dikatakan “sok alim” ketika kita lakukan shalat dhuha dikantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.

Jangan takut dikatakan “Sok Rajin” ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.

” Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman “. (Annisaa:103)

Jangan takut untuk shalat jum’at/shalat berjama’ah berada dishaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. ….,Karena dishaf terdepan itu ada kemuliaan sehingga dijaman Nabi Salallahu’alaihi wassalam para sahabat bisa bertenggkar cuma gara-gara memperebutkan berada dishaf depan.

” Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui “.
(Al Jumu’ah:9)

Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al-qur’an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;

” Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Fusshilat:33)

Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali menyerukan, sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang amal kita….

Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa kirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh nggak sih?

Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong itu yang disuruh kok, “sampaikan dariku walau satu ayat”( Potongan dari hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari hadits Abdullah Ibn Umar)

Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja. Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun.

Lakukan “keanehan-keanehan” yang dituntun manhaj dan syari’at yang benar.

Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh ditengah orang-orang yang berbikini dan ber-U can see.

Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur’an & Hadist), meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.

Lagian kenapa kita harus takut disebut “orang aneh” atau “manusia langka” jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelematkan kita.

21 Oktober 2008 Posted by | Islami | Tinggalkan sebuah Komentar

Marhaban yaa Ramadhan, saya mohon maaf …

Selamat datang bulan suci Ramadhan. Bulan terbaik dari semua bulan. Bulan keagungan yang penuh hikmah, berkah, rahmah dan ampunan. Bulan peperangan berat melawan musuh terberat manusia – hawa nafsu.

Semoga kita semua menjadi pemenang dalam peperangan ini. Diterima segala amal ibadah kita dan dihapuskan segala dosa dan kesalahan. Kembali ke fitrah sebagai manusia khalifah di muka bumi.

Saya dan keluarga memohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan khilaf, lisan maupun tulisan, disengaja ataupun tidak. Mudah-mudahan kita semua memasuki bulan Ramadhan ini dengan hati bersih, lapang dan ikhlas.

Marhaban ya Ramadhan
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1429 H

19 Agustus 2008 Posted by | Islami | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.